Senin, 06 April 2015

DNS

1.Mengenal Pengertian dan Cara Kerja DNS
Sudah diketahui, bahwa untuk dapat saling berkomunikasi, setiap komputer yang terhubung ke internet atau jaringan menggunakan sebuah alamat unik yang disebut dengan IP Address. Dalam perkembangan selanjutnya untuk memudahkan penamaan dikembangkan sistem penerjemah alamat IP ke nama host atau sebaliknya.

Awalnya, sistem penamaan alamat IP menggunakan sistem host table. Di dalam sistem ini, setiap komputer memiliki file host.txt yang berisi daftar daftar alamat IP dan nama host yang terhubung ke internet. Karena internet semakin berkembang, sistem host table tidak efektif mengatasi permasalahan tersebut .

Akhirnya pada tahun 1984 Paul Mockapetris mengusulkan sistem database terdistribusi dengan nama Domain Name System (DNS) yang dideskripsikan dalam RFC 882 dan 883. Sistem ini digunakan sampai sekarang pada jaringan khususnya Internet.

Pengertian DNS (Domain Name System)

Domain Name System (DNS) merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya.

Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.

Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya


Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.

Ada tiga belas (13) root server utama yang disebar ke seluruh dunia dan dibagi-bagi untuk melayani area negara tertentu, generic Top Level Domain (gTLD) tertentu atau blok IP Address tertentu. Antara satu root server ini dengan yang lain saling terhubung dan saling memperbaharui datanya masing-masing (www.rootservers.org).

Cara Kerja DNS (Domain Name System)

Secara sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini:

DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.
  1. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
  2. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
  3. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.
Jika permintaan tidak ada pada database,  name server akan menghubungi server root dan server lainnya dengan cara sebagai berikut :
  1. Saat kita mengetikkan sebuah nama domain misalnya http://www. neon.cs.virginia.edu pada web browser,  maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name Server DNS Server local atau DNS Server Internet Service Provider.
  2. Awalnya name server akan menghubungi server root. Server root tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server edu.
  3. Selanjutnya name server akan bertanya lagi pada server edu berpa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.  Server edu tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server virginia.edu.
  4. Selanjutnya name server akan bertanya ke server virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan server virginia.edu hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa  IP Address server cs.virginia.edu
  5. Selanjutnya name server akan bertanya ke server cs.virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan barulah cs.virginia.edu mengetahui dan menjawab berapa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.
  6. Terakhir barulah computer client bisa secara langsung menghubungi domain neon.cs.virginia.edu dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh server cs.virginia.edu.
  7. IP Address milik neon.cs.virginia.edu kemudian akan disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang telah dikenalnya.
Sumber :http://www.catatanteknisi.com/2011/01/pengertian-prinsip-cara-kerja-dns.html
DNS memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
  1. Mudah, karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP Address sebuah komputer cukup host name saja. 
  2. Konsisten, IP Address sebuah komputer bisa saja berubah,  tapi host name tidak harus berubah. 
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama untuk mencari nama domain baik di internet maupun intranet, meskipun ada banyak mirror server yang digunakan.
Selain DNS memiliki keunggulan, DNS juga mempunyai kekurangan, diantaranya :
  1. DNS tidak mudah untuk diimplementasiakn
  2. User tidak dapat menggunakan banyak nama untuk mencari nama domain baik di internet maupun intranet.
  3. Tidak bisa membuat banyak nama domain.
Sumber :http://rainbow-brothers.blogspot.com/2014/01/pengertian-keunggulan-kekurangan-dns.html


Untuk instalasi dan konfigurasi DNS server dan Aplikasi server lainnya, kita memerlukan media untuk mengambil paket-paket yang akan diinstalasi tersebut. Paket-paket tersebut dapat diperoleh dari repositori debian melalui internet (http://debian.org, http://kambing.ui.ac.id, dan lain-lain). Untuk keperluan tersebut, server debian kita harus sudah terkoneksi ke internet. Namun dalam praktek ini, kita tidak menggunakan repositori debian, melainkan dari DVD.iso instalasi yang ada dalam hard disk kita. Untuk itu kita harus mengubah mount ke CD/DVD drive dari aplikasi VirtualBox dan Debian. Caranya:
  1. Dari menu utama VirtualBox, ubah mount ke CD.iso instalasi. Klik pada sistem operasi yang berjalan [Debian 6.0.7] >> [Settings] >> [Storage] >> [IDE Controller/Empty] >> ikon CD >>à [DVD.iso instalasi]>> [OK].
Jika menggunakan Debian GUI, langsung saja dari menu [Device] >> [CD/DVD Devices] >> [DVD.iso instalasi] >> [OK].
  
    2. Selanjutnya dari sistem operasi Debian, ubah mount ke CD drive. Gunakan perintah:
root@server-tkj:/home/habib# apt-cdrom add
    3. Selanjutnya install paket bind9 perintahnya : root@server-tkj:/home/habib# apt-get install       bind9
    4. Setelah instalasi bind9 selesai, masuk ke direktori /etc/bind9/, dan lihat isi direktorinya
5. Kemudian edit isi file named.conf.local dengan perintah : root@server-tkj:/etc/bind# nano named.conf.local
6. Buat script seperti berikut:
7. Lihat kembali isi direktori /etc/bind/
8. Copy file db.local menjadi db.smknbi pada direktori yang sama. Kemudian pertahikan hasilnya:
9. Copy file db.255 menjadi db.192 pada direktori yang sama, dan lihat hasilnya:


 10. Kemudian edit isi filedb.smknbi
root@server-tkj:/etc/bind# nano db.smknbi

 11. Kemudian isi script seperti berikut:
  12. Lalu edit isi filedb.192
root@server-tkj:/etc/bind# nano db.192
   13. Buat script seperti berikut ini :
14.      Edit juga isi file resolv.conf, sehingga seperti berikut:
nameserver 192.168.100.1
15. Selanjutnya restart konfigurasi bind9 yang sudah kita lakukan. 
16. Untuk mengetahui apakan DNS server sudah berjalan, lakukan tes dns dari localhost. Gunakan perintah dig.
17. Atau gunakan perintah nslookup:
Jikaditampilkansepertigambar diatas,makakonfigurasi DNS serversudahberhasildenganbaik
18. Lakukan juga pengujian dengan perintah ping. Ping ke smknbi.net.

tahap Instalasi dan Konfigurasi DNS Server sudah selesai.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar