Senin, 06 April 2015

MAIL

3. Mail
Mail Server adalah Perangkat lunak program yang mendistribusikan file atau informasi sebagai respons atas permintaan yang dikirim via email, juga digunakan pada bitnet untuk menyediakan layanan serupa http:// FTP.
Mail Serve biasanya dikelola oleh seorang yang biasanya dipanggilpostmaster. Tugas dari postmaster adalah mengelola account,memonitor kinerja server, dan tugas administratif lainnya.

Proses pengiriman e-mail malalui tahapan yang sedikit panjang. Saat e-mail di kirim, maka e-mail tersebut disimpan pada mail server menjadi satu file berdasarkan tujuan e-mail. File ini berisi informasi sumber dan tujuan, serta dilengkapi tanggal dan waktu pengiriman. Pada saat user membaca e-mail berarti user telah mengakses server e-mail dan membaca file yang tersimpan dalam server yang di tampilkan melalui browser user.

CARA KERJA
Pada mail server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. Server yang biasa menangani outgoing e-mail adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani e-mail adalah POP3(Post Office Protocol) pada port 110.

Saat e-mail dikirim maka akan langsung ditangani oleh SMTP server dan akan dikiriM ke SMTP tujuan, baik secara langsung maupun melalui beberapa SMTP server yang ada pada jalur tujuannya. Apabila server terkoneksi ke jaringan maka pesan akan langsung di kirim, tapi apa bila server tidak terkoneksi ke jaringan maka pesan akan dimasukkan ke dalam queue dan di resend setiap 15 menit. Apabila dalam 5 hari server tidak juga terkoneksi jaringan maka akan muncul pemberitahuan undeliver notice ke inbox pengirim.

Apabila e-mail terkirim maka akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. Jika menggunakan POP3 server user akan membaca file pesan maka komputer user akan mendownload file pesan dari server sehingga file tersebun hanya akan ada pada komputer user tersebut. Sehingga user dapat membaca pesan yang telah di download tersebut. Berbeda dengan IMAP server yang mempertahankan e-mail pada server sehigga e-mail dapat di buka kembali pada device yang berbeda.


 CARA KERJA MAIL SERVER
pada email server terdapat dua server yang berbeda yaitu incoming dan outgoing server. server yang biasa menangani outgoing email adalah server SMTP(Simple Mail Transfer Protocol) pada port 25 sedangkan untuk menangani incoming email adalah POP3(Post Office Protcol) pada port 110 atau IMAP(Internet Mail Access Protocol) pada port 143.
Saat anda mengirim email maka email anda akan ditangani oleh SMTP server dan akan dikirim ke SMTP server tujuan, baik secara langsung maupun melalui melalui beberapa SMTP server dijalurnya. apabila server tujuan terkoneksi maka email akan dikirim, namun apabila tidak terjadi koneksi maka akan simasukkan ke dalam queue dan di ‘resend setiap 15 menit’. Apabila dalam 5 hari tidak ada perubahan maka akan diberikan undeliver notice ke inbox pengirim.
Apabila email terkirim email akan masuk pada POP3 server atau IMAP server. jika menggunakan POP3 server maka apabila kita hendak membaca email maka email pada server di download sehingga email hanya akan ada pada mesin yang mendownload email tersebut, dengan kata lain kita hanya bisa membaca email tersebut pada device yang mendownload email tersebut. berbeda dengan POP3 IMAP server mempertahankan email pada server sehingga email dapat dibuka kembali lewat device yang berbeda .
o   Konfigurasi
1.      Instalasi paket postfix, squirrelmail, imap (untuk SMTP), dan pop (untuk POP3).
root@server-tkj:/home/habib# apt-get install postfix squirrelmail courier-imap courier-pop
Jika muncul pertanyaan, tekan tombol Y pada keyboard.
 2. Jika muncul tampilan berikut, pilih [OK] atau ENTER.
 3.Selanjutnya pada tampilan berikut, pilih [Internet Site], lalu ENTER
4. Isikan nama sistem email, atau biarkan defaultnya saja, lalu ENTER.

5. Jika muncul pesan Create directories for web-based administration? Pilih [No].

 6.      Edit file main.cf yang berada di direktori /etc/postfix/.
root@server-tkj:/home/habib# nano /etc/postfix/main.cf
  7. Tambahkan script di bawah baris terakhir sehingga seperti pada gambar sebelah kanan berikut:

 8.    Kemudiankonfigurasifileposfixdenganperintahberikut:
root@server-tkj:/home/habib# dpkg-reconfigure postfix
    Jika mucul tampilan berikut, pilih [OK] atau ENTER.

9. Pilih [Internet Site], lalu ENTER
10.Kembali masukkan sistem email atau langsung ENTER saja.
11.Pada Root and postmaster mail recipient: biarkan saja kosong atau langsung ENTER.
 12. Selanjutnya isikan seperti gambar berikut dan sesuaikan dengan nama domain pada server.

  13. Pada tampilan Force synchronous updates on mail queue, pilih [No].

     14. Selanjutnya isi seperti pada gambar berikut:


     15. Pada pertanyaan Use procmail for local delivery, pilih [No].


      16.   Biarkan tetap angka ‘0” pada Mailbox size limit (bytes):


       17. Biarkan tetap tanda “+” pada Local address extention character


       18. Pilih [ipv4], lalu [OK]


       19. Masuk ke mail.smknbi.net melalui telnet.


       20.     Tambahkannamauseruntuk mail,lengkapdengandata-datanya.Lihatpetunjuksesuaigambarberikut:
root@server-tkj:/home/habib# adduser ahmad

   21.      Tambahkanuserlainnya,lengkapdengandata-datanya.

root@server-tkj:/home/habib# adduser purba
     22.      Selanjutnya jalankan perintah telnet.mail.smknbi.net 25.
root@server-tkj:/home/habib# telnet mail.smknbi.net 25

   23. Isi seperti panduan pada gambar berikut:
24.      Edit file apache2.conf pada direktori /etc/apache2/.
root@server-tkj:/home/habib# nano /etc/apache2/apache2.conf

     25. Tambahkan script berikut di bawah baris terakhir, sehingga seperti gambar berikut:

 26.      Edit juga file apache.conf di dalam direktori /etc/squirrelmail/.
root@server-tkj:/home/habib# nano /etc/squirrelmail/apache.conf
     27. Buat script seperti pada gambar sebelah kanan berikut:
 28.    Restart file apache.conf

root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2 restart
     29. Akses mail dengan web browser dari PC client (Windows XP). Pada address bar,  ketik mail.smknbi.net.Ketikkan user “ahmad” dan passwordnya untuk melihat surat masuk (inbox).



30. Klik pada link di bawah subject



 
31. Tampilan surat masuk (inbox) pada user ahmad.

      32. Selanjutnya tes dari user ahmad untuk mengirim email kepada user purba. Klik menu        [Compose], lalu isi alamat email user purba dengan alamat purba@smknbi.net.


      33.  Setelah terkirim, kita coba melihat apakah email tersebut sudah sampai ke alamat email user purba. Logout terlebih dahulu dari account user ahmad dengan memilih tombol [Sign Out].

      34. Selanjutnya pilih [Yes] >> [Click here to log back in].


  35.     Kemudian masuk kembali ke alamat email user purba. Masukkan nama user dan passwordnya



36. Setelah login, maka ditampilkan kotak masuk (inbox) di email purba@yahoo.co.id.


          37. Maka isi balasan email dari user ahmad adalah seperti berikut ini:



Sumber : https://habibahmadpurba.wordpress.com/2013/10/02/modul-7-instalasi-dan-konfigurasi-mail-server-debian-6-squeeze/








WEB

2.Web
Web server adalah software yang menjadi tulang belakang dari world wide web (www). Web server menunggu permintaan dari client yang menggunakan browser seperti Netscape Navigator, Internet Explorer, Modzilla, dan program browser lainnya.

Web server, untuk berkomunikasi dengan client-nya (web browser) mempunyai protokol sendiri, yaitu HTTP (hypertext tarnsfer protocol). Dengan protokol ini, komunikasi antar web server dengan client-nya dapat saling dimengerti dan lebih mudah. Seperti telah dijelaskan diatas, format data pada world wide web adalah SGML. Tapi para pengguna internet saat ini lebih banyak menggunakan format HTML (hypertext markup language) karena penggunaannya lebih sederhana dan mudah dipelajari.

Proses yang dimulai dari permintaan webclient (browser), diterima web server, diproses, dan dikembalikan hasil prosesnya oleh web server ke web client lagi dilakukan secara transparan. Setiap orang dapat dengan mudah mengetahui apa yang terjadi pada tiap-tiap proses. Secara garis besarnya web server hanya memproses semua masukan yang diperolehnya dari web clientnya.

 Fungsi utama sebuah server web adalah untuk mentransfer berkas atas permintaan pengguna melalui protokol komunikasi yang telah ditentukan termasuk di dalamnya teks, gambar, video, atau lainnya.

Cara Kerja Web Server:
  1. Cara kerja Web server merupakan mesin dimana tempat aplikasi atau software beroperasi dalam medistribusikan web page ke user, tentu saja sesuai dengan permintaan user.
  2. Hubungan antara Web Server dan Browser Internet merupakan gabungan atau jaringan Komputer yg ada di seluruh dunia. Setelah terhubung secara fisik, Protocol TCP/IP (networking protocol) yg memungkinkan semua komputer dapat berkomunikasi satu dengan yg lainnya. Pada saat browser meminta data web page ke server maka instruksi permintaan data oleh browser tersebut di kemas di dalam TCP yg merupakan protocol transport dan dikirim ke alamat yg dalam hal ini merupakan protocol berikutnya yaitu Hyper Text Transfer Protocol (HTTP). HTTP ini merupakan protocol yg digunakan dalam World Wide Web (WWW) antar komputer yg terhubung dalam jaringan di dunia ini. Untuk mengenal protocol ini jelas sangan mudah sekali dimana setiap kali anda mengetik http://… anda telah menggunakannya, dan membawa anda ke dunia internet. Data yg di passing dari browser ke Web server disebut sebagai HTTP request yg meminta web page dan kemudian web server akan mencari data HTML yg ada dan di kemas dalam TCP protocol dan di kirim kembali ke browser. Data yg dikirim dari server ke browser disebut sebagai HTTP response. Jika data yg diminta oleh browser tidak ditemukan oleh si Web server maka akan meninbulkan error yg sering anda lihat di web page yaitu Error : 404 Page Not Found.
Selanjutnya, kita akan melanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu Instalasi dan Konfigurasi Webserver Debian 6 Squeeze.  Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
  1. Terlebih dahulu install apache (sebagai web server) dan links (sebagai web  browser)
    root@server-tkj:/home/habib# apt-get install apache2 links
    .
    Jika ada pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol y dan ENTER pada keyboard untuk melanjutkan.
    .
  2. Setelah proses instlasi apache2 dan links selesai, maka web server kita sudah berjalan. Hanya saja tampilannya masih default. Tes dengan browser links ke server smknbi.net
    root@server-tkj:/home/habib# links smknbi.net
  3. Pada tampilan Welcome, pilih [OK] atau langsung 
Enter

   4. Selanjutnya jika ditampilkan seperti gambar berikut ini, berarti webserver kita sudah berfungsi dengan bai

5. Untuk keluar dari tampilan links, tekan pada keyboard tombol q, kemudian
Enter
6. Jika kita ingin mengubah tampilan default webpage utama web server kita, maka lakukan pengeditan pada file index.html yang terdapat pada direktori /var/www/.
root@server-tkj:/home/habib# nano /var/www/index.html.Edit script yang ada dalam file tersebut. Anda dapat melakukan konfigurasi secara bebas pada file ini untuk menghasilkan tampilan sesuai keinginan Anda, tergantung kreativitas anda. Setelah selesai simpan dengan Ctrl + X lalu Y dan ENTER.
7. Selanjutnya restart konfigurasi web server, dengan perintah:
root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2/restart
8. Kemudian kita akses kembali  web server dengan menggunakan aplikasi web browser links ke smknbi.net.
9. Kemudian install paket php5.
root@server-tkj:/home/habib# apt-get install php5
.
Jika muncul pertanyaan: “Do you want to continue [Y/n]?” Tekan tombol keyboard y lalu ENTER, untuk melanjutkan.
10. Edit file info.php yang terdapat pada direktori /var/www/.
root@server-tkj:/home/habib# nano /var/www/info.php
11. Tambahkan script pada file info.phpsepertiberikutinti:
12. Restart kembali hasil konfigurasi pada file apache2.
root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2 restart
13. Sekarang uji akses ke php di server dengan web browser dari PC client. Pada address bar, ketikkan
smknbi.net/info.php
14. Kembali ke command line server, selanjutnnya Install php5-mysql.
root@server-tkj:/home/habib# apt-get install php5-mysql
15. Install juga paket mysql-server.
root@server-tkj:/home/habib# apt-get install mysql-server
.Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?” Ketikkan y lalu ENTER untuk melanjutkan.
16. Setelah paket mysql-server berhasil diinstall, muncul form pengisian password root untuk mysql seperti gambar berikut ini. Isikan password.
17. Masukkan kembali password yang sama pada form konfirmasi.
                                                  Tunggu hingga proses instalasi selesai.
18. Selanjutnya kita tes dengan cara mengetikan perintah mysql –u root –p. Jika diminta password, masukkan password saat instalasi mysql-server sebelumnya
.              Jika sudah muncul teks “mysql>” seperti gambar di atas, maka tekan Ctrl + C untuk keluar      dari mysql.
19.   Selanjutnya install paket phpmyadmin dengan perintah:
root@server-tkj:/home/habib# apt-get install phpmyadmin
.

Jika muncul pertanyaan “Do you want to continue [Y/n]?”, maka ketikkan y lalu ENTER untuk melanjutkan.
20. Setelah itu akan muncul pilihan web server mana yang akan dikonfigurasi pada phpmyadmin. Pilih apache2, seperti gambar berikut:
  21. Jika muncul pesan seperti berikut ini, pilih [No]
                                                     Tunggu hingga proses instalasi selesai.
22.     Setelah itu kita buka konfigurasi file apache.conf pada direktori /etc/phpmyadmin/. (Note: di sini kita tidak menggunakan editor nano, tapi menggunakan editor gedit agar lebih mudah mengcopy-paste script yang ada di dalamnya).
root@server-tkj:/home/habib# gedit /etc/phpmyadmin/apache.conf
23.      Copykan isi seluruh script pada file apache.conf tersebut ke dalam file apache2.conf yang terdapat dalam direktori /etc/apache2/. Caranya seleksi seluruh script menggunakan mouse atau Ctrl + A pada keyboard. Cari menu [Copy] atau klik kanan pada script yang diseleksi, pilih [Copy]. Kemudian tutup editor gedit. Selanjutnya buka file apache2.conf pada direktori /etc/apache2, dengan perintah:
root@server-tkj:/home/habib# gedit /etc/apache2/apache2.conf
.
Tempatkan kursor di baris paling akhir dari script file apache2.conf tersebut. Kemudian klik kanan, lalu pilih [Paste]. Selanjutnya simpan dan keluar dari editor gedit.
.(Note: Langkah
22 dan 23 di atas menurut penulis hany opsional saja, karena berdasarkan pengalaman tanpa dibuat seperti 19 dan 20, Web Server kita masih tetap bisa jalan).
24.      Restart apache2 dengan cara mengetikan perintah ini :
root@server-tkj:/home/habib# /etc/init.d/apache2 restart
25.  Lalu kita tes phpmyadmin dengan membuka web browser dari PC client. Ketikkan pada address bar: smknbi.net/phpmyadmin. Pada menu login, masukkan user root
                       dan password yang digunakan pada saat proses instalasi
26. Hasilnya akan seperti gambar berikut:
Sampai di sini, tahap Instalasi dan Konfigurasi Web Server Debian 6 Squeeze telah selesai. Namun web server ini masih kosong. Untuk mengisi kontennya kita ini perlu diinstall aplikasi aplikasi-aplikasi CMS seperti seperti joomla, wordpress, dan lain-lain.
Sumber : https://habibahmadpurba.wordpress.com/2013/09/30/modul-2-instalasi-dan-konfigurasi-web-server-debian-6-squeeze/

DNS

1.Mengenal Pengertian dan Cara Kerja DNS
Sudah diketahui, bahwa untuk dapat saling berkomunikasi, setiap komputer yang terhubung ke internet atau jaringan menggunakan sebuah alamat unik yang disebut dengan IP Address. Dalam perkembangan selanjutnya untuk memudahkan penamaan dikembangkan sistem penerjemah alamat IP ke nama host atau sebaliknya.

Awalnya, sistem penamaan alamat IP menggunakan sistem host table. Di dalam sistem ini, setiap komputer memiliki file host.txt yang berisi daftar daftar alamat IP dan nama host yang terhubung ke internet. Karena internet semakin berkembang, sistem host table tidak efektif mengatasi permasalahan tersebut .

Akhirnya pada tahun 1984 Paul Mockapetris mengusulkan sistem database terdistribusi dengan nama Domain Name System (DNS) yang dideskripsikan dalam RFC 882 dan 883. Sistem ini digunakan sampai sekarang pada jaringan khususnya Internet.

Pengertian DNS (Domain Name System)

Domain Name System (DNS) merupakan sistem berbentuk database terdistribusi yang akan memetakan/mengkonversikan nama host/mesin/domain ke alamat IP (Internet Protocol) dan sebaliknya.

Struktur database DNS  berbentuk hierarki atau pohon yang memiliki beberapa cabang. Cabang-cabang ini mewakili domain, dan dapat berupa host, subdomain, ataupun top level domain.

Domain teratas adalah root. Domain ini diwakili oleh titik. Selanjutnya, domain yang terletak tepat di bawah root disebut top level domain. Beberapa contoh top level domain ini antara lain com, edu, gov, dan lain-lain. Turunan dari top level domain disebut subdomain. Domain yang terletak setelah top level domain adalah second level domain, dan domain yang berada di bawah second level domain disebut third level domain, begitu seterusnya


Mesin DNS bisa menggunakan Server OS Windows server yang dijadikan mesin DNS atau sebuah Server dengan OS Linux dengan menjalankan daemon seperti BIND (Berkeley Internet Name Domain) / DJBDNS yang sering digunakan, hampir 75 % implemetasi DNS menggunakan BIND.

Ada tiga belas (13) root server utama yang disebar ke seluruh dunia dan dibagi-bagi untuk melayani area negara tertentu, generic Top Level Domain (gTLD) tertentu atau blok IP Address tertentu. Antara satu root server ini dengan yang lain saling terhubung dan saling memperbaharui datanya masing-masing (www.rootservers.org).

Cara Kerja DNS (Domain Name System)

Secara sederhana cara kerja DNS bisa dilihat pada gambar berikut ini:

DNS menggunakan relasi client – server untuk resolusi nama. Pada saat client mencari satu host, maka ia akan mengirimkan query ke server DNS. Query adalah satu permintaan untuk resolusi nama yang dikirimkan ke server DNS.
  1. Pada komputer Client, sebuah program aplikasi misalnya http, meminta pemetaan IP Address (forward lookup query). Sebuah program aplikasi pada host yang mengakses domain system disebut sebagai resolver, resolver menghubungi DNS server, yang biasa disebut name server.
  2. Name server meng-cek ke local database, jika ditemukan, name server mengembalikan IP Address ke resolver jika tidak ditemukan akan meneruskan query tersebut ke name server  root server.
  3. Terakhir barulah si client bisa secara langsung menghubungi sebuah website / server yang diminta dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh DNS server.
Jika permintaan tidak ada pada database,  name server akan menghubungi server root dan server lainnya dengan cara sebagai berikut :
  1. Saat kita mengetikkan sebuah nama domain misalnya http://www. neon.cs.virginia.edu pada web browser,  maka aplikasi http (resolver) akan mengirimkan query ke Name Server DNS Server local atau DNS Server Internet Service Provider.
  2. Awalnya name server akan menghubungi server root. Server root tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server edu.
  3. Selanjutnya name server akan bertanya lagi pada server edu berpa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.  Server edu tidak mengetahui IP Address domain tersebut, ia hanya akan memberikan IP Address server virginia.edu.
  4. Selanjutnya name server akan bertanya ke server virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan server virginia.edu hanya mengetahui dan memberikan jawaban berupa  IP Address server cs.virginia.edu
  5. Selanjutnya name server akan bertanya ke server cs.virginia.edu tentang  IP Address neon.cs.virginia.edu. Dan barulah cs.virginia.edu mengetahui dan menjawab berapa IP Address domain neon.cs.virginia.edu.
  6. Terakhir barulah computer client bisa secara langsung menghubungi domain neon.cs.virginia.edu dengan menggunakan IP Address yang diberikan oleh server cs.virginia.edu.
  7. IP Address milik neon.cs.virginia.edu kemudian akan disimpan sementara oleh DNS server Anda untuk keperluan nanti. Proses ini disebut caching, yang berguna untuk mempercepat pencarian nama domain yang telah dikenalnya.
Sumber :http://www.catatanteknisi.com/2011/01/pengertian-prinsip-cara-kerja-dns.html
DNS memiliki beberapa keunggulan, diantaranya :
  1. Mudah, karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP Address sebuah komputer cukup host name saja. 
  2. Konsisten, IP Address sebuah komputer bisa saja berubah,  tapi host name tidak harus berubah. 
  3. Simple, user hanya menggunakan satu nama untuk mencari nama domain baik di internet maupun intranet, meskipun ada banyak mirror server yang digunakan.
Selain DNS memiliki keunggulan, DNS juga mempunyai kekurangan, diantaranya :
  1. DNS tidak mudah untuk diimplementasiakn
  2. User tidak dapat menggunakan banyak nama untuk mencari nama domain baik di internet maupun intranet.
  3. Tidak bisa membuat banyak nama domain.
Sumber :http://rainbow-brothers.blogspot.com/2014/01/pengertian-keunggulan-kekurangan-dns.html


Untuk instalasi dan konfigurasi DNS server dan Aplikasi server lainnya, kita memerlukan media untuk mengambil paket-paket yang akan diinstalasi tersebut. Paket-paket tersebut dapat diperoleh dari repositori debian melalui internet (http://debian.org, http://kambing.ui.ac.id, dan lain-lain). Untuk keperluan tersebut, server debian kita harus sudah terkoneksi ke internet. Namun dalam praktek ini, kita tidak menggunakan repositori debian, melainkan dari DVD.iso instalasi yang ada dalam hard disk kita. Untuk itu kita harus mengubah mount ke CD/DVD drive dari aplikasi VirtualBox dan Debian. Caranya:
  1. Dari menu utama VirtualBox, ubah mount ke CD.iso instalasi. Klik pada sistem operasi yang berjalan [Debian 6.0.7] >> [Settings] >> [Storage] >> [IDE Controller/Empty] >> ikon CD >>à [DVD.iso instalasi]>> [OK].
Jika menggunakan Debian GUI, langsung saja dari menu [Device] >> [CD/DVD Devices] >> [DVD.iso instalasi] >> [OK].
  
    2. Selanjutnya dari sistem operasi Debian, ubah mount ke CD drive. Gunakan perintah:
root@server-tkj:/home/habib# apt-cdrom add
    3. Selanjutnya install paket bind9 perintahnya : root@server-tkj:/home/habib# apt-get install       bind9
    4. Setelah instalasi bind9 selesai, masuk ke direktori /etc/bind9/, dan lihat isi direktorinya
5. Kemudian edit isi file named.conf.local dengan perintah : root@server-tkj:/etc/bind# nano named.conf.local
6. Buat script seperti berikut:
7. Lihat kembali isi direktori /etc/bind/
8. Copy file db.local menjadi db.smknbi pada direktori yang sama. Kemudian pertahikan hasilnya:
9. Copy file db.255 menjadi db.192 pada direktori yang sama, dan lihat hasilnya:


 10. Kemudian edit isi filedb.smknbi
root@server-tkj:/etc/bind# nano db.smknbi

 11. Kemudian isi script seperti berikut:
  12. Lalu edit isi filedb.192
root@server-tkj:/etc/bind# nano db.192
   13. Buat script seperti berikut ini :
14.      Edit juga isi file resolv.conf, sehingga seperti berikut:
nameserver 192.168.100.1
15. Selanjutnya restart konfigurasi bind9 yang sudah kita lakukan. 
16. Untuk mengetahui apakan DNS server sudah berjalan, lakukan tes dns dari localhost. Gunakan perintah dig.
17. Atau gunakan perintah nslookup:
Jikaditampilkansepertigambar diatas,makakonfigurasi DNS serversudahberhasildenganbaik
18. Lakukan juga pengujian dengan perintah ping. Ping ke smknbi.net.

tahap Instalasi dan Konfigurasi DNS Server sudah selesai.